Mengulas Film

 Ulasan Film The Post (2018)




Tokoh:

Meryl Streep sebagai Katharine Graham

Tom Hanks sebagai Ben Bradlee

Sarah Paulson sebagai Antoinette "Tony" Bradlee

Bob Odenkirk sebagai Ben Bagdikian

Tracy Letts sebagai Fritz Beebe

Bradley Whitford sebagai Arthur Parsons

Bruce Greenwood sebagai Robert McNamara

Matthew Rhys sebagai Daniel Ellsberg

Carrie Coon sebagai Meg Greenfield

Alison Brie sebagai Lally Weymouth

David Cross sebagai Howard Simons

Jesse Plemons sebagai Roger Clark

Zach Woods sebagai Anthony Essaye

Jessie Mueller sebagai Judith Martin

Stark Sands sebagai Donald Graham

Pat Healy sebagai Philip Geyelin

John Rue sebagai Eugene Patterson

Rick Holmes sebagai Murray Marder

Philip Casnoff sebagai Chalmers Roberts

Brent Langdon sebagai Paul Ignatius

Michael Stuhlbarg sebagai Abe Rosenthal

Christopher Innvar sebagai James Greenfield

James Riordan sebagai Laksamana Madya Joseph Francis Blouin

Kelly AuCoin sebagai asisten jaksa Maroney

Cotter Smith sebagai William Macomber

Jennifer Dundas sebagai Liz Hylton. 



Film The Post (2018) ini menyajikan cerita terkait keterlibatan media massa di Amerika Serikat khususnya di daerah The Washington Post.Film THE POST dibintangi oleh Meryl Streep yang memerankan sosok yang menjadi penerbit surat kabar wanita pertama bernama Kay Graham. Tak sendiri, bersama Tom Hanks yang berperan sebagai seorang editor bernama Ben Bradlee dimana mereka terlibat dalam perseturuan antara wartawan dengan pemerintah. Film ini berfokus pada keputusan Kay dan surat kabarnya untuk mempublikasikan berkas rahasia besar Pentagon di tahun 1971. Keputusan Kay ini tentu berdasar pada peran surat kabar yang harus berimbang dalam menyajikan informasi, apakah ia harus tetap menyimpannya sebagai rahasia atau menyajikan informasi pemerintah tersebut secara transparan.


Menariknya, film ini diangkat berdasarkan kisah nyata tentang surat kabar The Washington Post yang dipimpin oleh Katherine Graham atau dikenal sebagai Kay Graham.Penggungkapan skandal atau perilaku yang memalukan dan menurunkan martabat akibat bocornya Pentagon Papers atau dokumen-dokumen rahasia setebal 4000 halaman. AS tetap bertahan dan engan menarik pasukan perang, menanggung rasa malu karena kalah dalam peperangan. Jatuhnya Pentagon Papers ke tangan para jurnalis di New York menjadi cikal bakal kisahnya. Katherine Graham (Meryl Streep) sebagai penerbit dan Ben Bradlee (Tom Hanks) sebagai editor eksekutif. 

Sosok Katherine yang dikenal cenderung personal, menempati posisi sebagai perempuan pertama yang menjadi polisi dalam bidang penerbitan surat kabar di Amerika Serikat. Katherine juga dikenal sebagai pribadi yang pandai bersosialisasi terbukti dengan lingkar pertemananya yang mencangkup politikus-politikus, akan tetapi pribadinya ternyata kurang mumpuni dalam berbisnis. Katherine memutuskan untuk menjual saham perusahaan sedangkan sosok Ben menasehati untuk mempertahankannya, ia bercerita bahwa upaya para jurnalis dalam mengangkat derajat The Post Washington yang selama ini dianggap sebagai koran lokal yang tidak berharga. The New York Time memiliki materi berita yang diperkirakan berpotensi menggemparkan dunia. Ben akhirnya menitih anak buahnya untuk mengejar sumber berita sehingga dapat memberhentikan reputasi surat kabar dab menjalankan kewajibannya untuk memberitakan akan kebenaran kepada khalayak umum. Sosok Ben memberi kesembangan sedangkan sosok Katherine lebih kalem. Akhirnya anak buah Ben memperoleh informasi mengenai materi berita yang dibutuhkan. Film ini semakin membuat penonton jantungan karena pengisahannya yang mencekam dan mencengkeram. Liz Hannah dan Josh Singer ikut serta dalam menelusuri kebohongan yang dilakukan oleh para politikus. Pemilihan teman politikus dan mempersilahkab para jurnalis untuk mempublikasikan kebohongan yang selama ini ditutup rapat oleh pemerintah. Hal tersebut tidak ditakuti meskipun akhibatnya akan dijauhi dan dipenjakaran lantaran dianggap menyalahi UU Spionase. 


Film ini sangat memerlukan konsentrasi ketelitian dan kesabaran saat kita menontonnya, karena proses penyajiannya banyak berisi tentang peperangan, akan tetapi film ini juga selain mengisahkan tentang dunia percetakan surat kabar, kita juga diajak untuk berkeliling di dalam ruang kerja jurnalis dan tempat percetakannya. Letupan-letupan besar disajikan di terlebih dahulu, hal ini bermaksud agar penonton memahami isi secara menyeluruh tentang kepolisian Katherine, urgensi dalam meyakinkan investor saham, obsesi Ben, dan kebohongan-kebohongan tentang Pentagon Papers. Film ini disajikan di awal kurang menarik, selang beberapa waktu dengab bergulirnya durasi gambaran mengenai film mulai tersampaikan, sehingga sangat memerlukan kesabaran dan pemahaman penonton. Proses penyajian film yang mencengkam dan mencengkeram ini berhasil memberikan makna-makna yang ditemukan berbeda dengan penyajian film yang lain. Sajian proses jurnalis di The Washington  Post tentang proses bagaimana mereka dalam memperjuangkan kebebasan pers disamping ancaman presiden, bagaimana mereka menunjukkan besarnya tanggung jawab kepada masyarakat sekitar, dan proses mengetahuai berbagai kebohongan yang dilakukan oleh Pemerintah.


Berikut link film The Post:



Penulis: Nadia Aprillia Kartikasari Putri (A310190067)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Area Kampus UMS, Paska Pandemi

Deskripsi Telaga Ngebel Ponorogo

NGAJI ON THE ROAD MUHAMMADIYAH PONOROGO