Paska Pandemi, Ahbad Squad Gass Baksos di Wonogiri. Begini Aksinya!
Menelisik kegiatan paska pandemi. Ahbad Squad sebagai aktivis dakwah MTs dan MA Yanggong Ponorogo mengadakan bakti sosial Idul Adha yang bertajuk pekan dakwah di Gedung Dakwah Muhammadiyah Gesing, Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah. Senin-Rabu (11-13 Juli 2022).
Senin sore ketika matahari sangat menampakkan dirinya, sekitar pukul 14.00 WIB Ahbad Squad berbondong-bondong menuju Kismantoro Wonogiri untuk melaksanakan kegiatan bakti sosial. "Sekitar pukul 16.00 WIB tiba ditempat," ucap Zulfiqli selaku pengembira dalam kegiatan ini. "kegiatan ini berlangsung selama 3 hari yaitu pada hari Senin sore sampai dengan Rabu tepatnya pada tanggal 11 sampai 13 Juli kemarin," Kata Hamid selaku Ketua Pelaksana.
Senin malam, sekitar pukul 19.00 WIB, terlihat bapak-bapak PRM (Pimpinan Ranting Muhammadiyah) setempat, duduk bersama aktivis Ahbad Squad dan para guru membicarakan tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. "malamnya koordinasi bersama PRM setempat, membahas persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan dua hari kedepan," jelas Zulfiqli. "kegiatan bakti sosial ini diikuti oleh 20 siswa dari komunitas Ahbad Squad dan beberapa guru yang juga turut andil," tambah Zulfiqli. "rangkaian kegiatan bakti sosial ini diantaranya, penyembelihan hewan qurban sebanyak 5 ekor, perlombaan Ibu-ibu dan anak-anak di halaman gedung, gongnya kegiatan ini adalah pengajian bersama Drs Hamim Fahrurozi M.Pd atau sering disapa dengan sebutan mbah Suronoto," ungkap Hamid selaku ketua kegiatan.
Selasa pagi, matahari pun mulai memposisikan dirinya, sekitar pukul 08.00 WIB. Kambing-kambing masih santai sarapan pagi dengan rumput yang hijau, segar. Akan tetapi sebagian terlihat meneteskan air mata. Gema suara takbir mulai menggelora. Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu. Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu. Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā huu akbar. Allahu akbar wa lillahihamdu.
Bapak-bapak dan aktivis terlihat menuntun kambing yang akan disembelih. Bapak-bapak terlihat membawa golok sebagai senjata utama dalam proses penyembelihan hewan qurban. Para kambing pun satu-persatu diarahkan ketempat penyembelihan. Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.
Terlihat posisi kambing sudah tergeletak, dan darah bercucuran dalam lubang yang telah disediakan. Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu. Gema takbir masih terus berlantunan. Para guru dan aktivis terlihat duduk, memotongi daging, dan memasukkan daging dalam kantong plastik yang telah disediakan. 60 kantong plastik berwarna putih terlihat berjejer diatas gelaran tikar, berisikan daging qurban, bagian luar kantong plastik itu juga ada percikan-percikan darah hewan qurban.
Masing-masing kantong plastik yang berisikan daging tersebut, selanjutnya dibagikan kepada warga sekitar oleh para siswa komunitas Ahbad Squad ini. Para siswa ini masing-masing membawa 4 kantong plastik untuk dibagikan kepada warga sekitar. "penyembelihan hewan qurban dibagikan 60 KK (Kartu Keluarga)," tutur Hamid. Tok-tok-tookkkk suara mengetuk pintu. "Assalamu'allaikum bu, kami dari perwakilan aktivis MTs MA Yanggong, diberi amanat untuk memberikan daging qurban, semoga bermanfaat," ujar salah satu anggota komunitas, ketika proses pembagian hewan qurban.
Setelah pembagian hewan qurban selesai, para aktivis terlihat berjalan grusa-gruru untuk mempersiapkan semua peralatan untuk lomba Ibu-ibu dan anak-anak. Para rombongan Ibu-ibu dan anak-anak mulai bergegas mendekati halaman gedung untuk mengikuti lomba dan sebagian menjadi penonton. "acara ini sangat bermanfaat bagi warga. Seperti pembagian daging kurban, lomba anak-anak TPA dan juga ibu-ibu." ungkap Sarmun selaku RT setempat.
Banner kegiatanpun bertuliskan Pekan Dakwah MTs/MA Muhammadiyah Yanggong sudah mulai terlihat terpasang di tembok gedung, para bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak setempat mulai bergegas berkumpul dan masuk dalam gedung. Duduk melingkar mengelilingi tembok dalam gedung. Cuitan MC nonformal mulai terdengar, menyuarakan juara perlombaan yang diadakan tadi sore. Para juarapun maju untuk mengambil doorpize yang telah disediakan panitia.
"Tujuan dari kegiatan ini ada tiga yaitu, pertama menanamkan jiwa dakwah dikalangan pelajar, kedua menanamkan kesadaran sosial dan rasa kemanusiaan, ketiga menumbukan jiwa bersosialisasi di lingkungan baru," ungkap Hilal. "Pekan dakwah ini semoga menjalin silaturahmi terus tersambung. Diharapkan lebih erat dengan adanya siswa dari Gesing yang menuntut ilmu di MTs atau MA Muhammadiyah Yanggong," beber Hamid.
Bakti sosial ini menyisakan kisah cerita bagi para aktivis dan warga sekitar, berbagi tanpa membedakan profesi. Harapannya untuk menguatkan tali silaturahmi, jabatan tangan antara ketua pelaksana dengan PRM menjadi tanda perpisahan antara pelaksana dengan masyarakat sekitar.



.jpeg)



Komentar
Posting Komentar