Telaga Ngebel: Widodarine Kota Reog


Ponorogo ternyata tidak hanya punya reog yang terkenal hingga ke mancanegara. Kota ini juga memiliki banyak pesona wisata yang sangat memanjakan mata. Salah satu destinasi wisata itu adalah di Telaga Ngebel Ponorogo. Pengucapan kata "Ngebel" seperti kita mengucapkan kata "mebel", bukan seperti mengucapkan kata "bel". 

Dikutip disbudparpora.ponorogo.go.id Telaga Ngebel ini berada di bagian timur Ponorogo, tepatnya di ketinggian 734 meter diatas permukaan laut atau daerah perbukitan barat lereng Gunung Wilis. Hal inilah yang menjadi sebab kawasan Telaga Ngebel selalu diselimuti udara yang sejuk dan dingin pada kisaran 20° celcius, sehingga menjadi sasaran pengunjung untuk dapat menikmati udara segar dan melepas penat. Jarak tempuh dari pusat kota Ponorogo sekitar 40 menit sampai 1 jam. Lokasinya sekitar 23 kilometer dari kota Ponorogo. 

Sumber gambar: Kanalponorogo.com

Kita dapat menikmati pemandangan telaga yang dikelilingi oleh hutan pinus dengan menyusurinya menggunakan bus air, perahu santai, maupun speed boat, dan bagi kalian yang gemar bersepedah, di sana juga ada tempat yang menyediakan sewa sepedah, "biasanya ramai pas hari minggu", tutur salah pemilik sewa sepedah.

Dikutip dari disbudparpora.ponorogo.go.id  Luas Telaga Ngebel, 5 kali luas Telaga Sarangan yang ada di Kota Magetan. Terdapat beberapa objek wisata lain yang dapat dikunjungi pula jika anda berwisata ke Telaga Ngebel, antara lain Air Terjun Toyomarto, Air Terjun Selorejo, Air Tiga Rasa, pemandian air panas Tirto Husodo, Mloko Sewu, NAP (Ngebel Adventure Park), dan Ngambang Tirto Kencono. 

Setiap saya pulang dari perantauan, saya pasti diajak berkumpul dengan teman-teman seperjuangan untuk saling melepas penat dengan menikmati senja dan camilan yang tersedia di pinggir Telaga Ngebel. 

"cuy kapan free?" tanya teman saya Astari melalui pesan Whatsapp Group. "wes mulai free iki aku, ayoo agendakan dolan", sahut teman-teman dalam pesan Group Whatsapp.  Sontak ketika saya membuka group Whatsapp, "ayo ngko sore yo jam 4, karo sunset an (ayo nanti sore ya jam 4, sekalian menikmati indahnya sunset)", balasku melalui pesan Whatsapp Group. "ko ngomah budal jam setengah 4, ben ngko neng kono iso rodo suwi, gek mulih e ngko gak kewengen, dalanne nikung-nikung, munggah-medun wedi aku nk muleh bengi-bengi, mripatku wes rodo sliwer, kokean mandeng HP hehehehe (berangkatnya nanti sekitar pukul 15. 30 ya, biar nanti disana bisa agak lama, dan pulangnya juga nggak kemaleman, jalannya nikung-nikung, naik-turun, takut aku semisal pulangnya malem, mataku sudah rada buram, kebanyakan main HP kayaknya, hehehe)," sahut Diah dalam pesan group Whatsapp. 

"Engko metu dalan trabasan wae yo, timbang mbayar 8 ewu, mayankan iso ngge tuku bensin (nanti lewat jalan pintas yaa, dari pada mbayar 8 ribu, kan mayan bisa buat beli bensin)," sambung Aini melalui pesan whatsapp group.  "ayok, tapi nek lewat dalan trabasan angel, " sambung Dwi dalam pesan Whatsapp. "yowes ngko budal bareng lewat dalan trabasan, alon-alon pora yo iso lho (yaudah nanti berangkatnya barengan lewat jalan pintas, hati-hati pasti bisa kok)," sambung Luluk melalui pesan Whatsapp Group. 

Pukul 15. 30 saya dan teman-teman sudah bergegas menuju Telaga Ngebel dengan berboncengan mengendarai motor, sekitar 4 motor. Rumah saya berada di tengah-tengah antara pusat kota Ponorogo dan Telaga Ngebel, tepatnya di Kecamatan Jenangan. Jarak tempuh dari rumah sekitar 30 menit. Tepat pukul 16.00 saya dan teman-teman saya tiba di wisata Telaga Ngebel. "Parkir neng ndi ki, (parkir dimana inj)" tanya Diah sambil mengendarai motor, dan berkeliling di jalan pinggir Telaga Ngebel. "parkiran cedak Dermaga ae (parkiran motor deket Dermaga aja," jawab Luluk. 

Setelah parkir motor, saya dan teman-teman berburu jajan untuk camilan sambil menikmati senja. "adw pesen apa?(kita pesen apa?), tanya Zuli. "es deganne 3, es macca 1, macca panas 2, karo gorenganne campur, penting nangka goreng e seng okeh, (es degan 3, es macca 1, macca panas 2, sama gorengannya campur, yang penting nangka gorengnya yabg banyak)," Jawab Luluk. "siap, kalian nggolek o panggon seng sip, (siap, kalian cari tempat yang nyaman yaa)," Sahut Zuli. 

Yaa salah satu khas camilan yang tersedia di sekitaran pinggir telaga adalah nangka goreng. Buah nangka yang biasa dimakan langsung atau dimasak menjadi kolak ini, di sekitar warung pinggir Telaga Ngebel yang menyediakan berbagai camilan, salah satunya buah nangka disulap menjadi gorengan.

Sumber gambar: Trans 7

Ketika menyebut Telaga ngebel pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Nangka Goreng, Duren Ngebel, dan Nila bakar. Tapi ketika saya dan teman-teman main ke Telaga Ngebel ya cukup ngopi, nge es, dan makan gorengan atau pentol yang dijual abang-abang yang jualan di pinggir jalan Telaga, karena kami masih golongan mahasiswa dan pekerja kecil-kecilan, yang dompetnya masih tipis belum cukup untuk bisa menyantap Nila bakar bersama-bersama. 

Namun hal tersebut tidak menjadi hal yang mengharukan bagi kami, memiliki waktu yang luang, bisa berkumpul, saling membicarakan masa depan, melepas penatnya kepala dengan menikmati indahnya senja dan camilan menjadi hal yang pantas kita syukuri dan selalu menjadi moment yang ditunggu-tunggu.


Nama: Nadia Aprillia Kartikasari Putri

NIM: A310190067

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suasana Area Kampus UMS, Paska Pandemi

Deskripsi Telaga Ngebel Ponorogo

NGAJI ON THE ROAD MUHAMMADIYAH PONOROGO